Jaddung, NU Online Pragaan. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jaddung bersama Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat NU se-Desa Jaddung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus santunan anak yatim di PAR Muslimat NU Al-Ishlah, Jaddung, Pragaan, Sumenep, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja PRNU Jaddung yang dilaksanakan pada momentum Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Acara diawali dengan tawassul, shalawat mahallul qiyam, dan tausiyah keagamaan oleh Ketua LDNU Pragaan, K. Hamidi Maghfur.

Sementara itu, Ketua PRNU Jaddung, KH. Subaidi Isma’iel, menjelaskan bahwa santunan anak yatim menjadi salah satu program yang rutin dilaksanakan oleh Ranting NU Jaddung.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian program kerja Ranting yang diadakan setiap Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Di kesempatan kali ini merupakan program Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus disertai santunan kepada anak yatim,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa santunan anak yatim di Ranting NU Jaddung dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni pada 27 Ramadhan, Muharram, dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pada pelaksanaan kali ini, PRNU Jaddung bekerja sama dengan tiga PAR Muslimat NU, yaitu PAR Al-Ishlah, Al-Falah, dan Nurur Rahmah. Kegiatan tersebut juga melibatkan Fatayat NU Jaddung serta mahasiswa KKN Universitas Annuqayah (UA) Posko 05 LPI Arrahmah.

“Di kesempatan kali ini, Ranting NU Jaddung bekerja sama dengan tiga Pengurus Anak Ranting (PAR) Muslimat NU, yakni PAR Al-Ishlah, Al-Falah, dan Nurur Rahmah. Selain dari PAR Muslimat tersebut, Fatayat NU Jaddung juga ikut serta dalam setiap kegiatan yang berupa santunan,” ujar KH. Subaidi.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur organisasi NU menjadi bentuk kebersamaan dalam menjalankan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap anak yatim.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MWCNU Pragaan dan Ketua PAC Muslimat NU Pragaan. Dalam sambutan yang disampaikan mewakili MWCNU Pragaan, Ketua PAC Muslimat NU Pragaan, Nyai Hj. Siti Aminah, mengapresiasi kekompakan warga NU Jaddung dalam melaksanakan kegiatan santunan.

“Di Jaddung, satu-satunya Ranting NU yang kolaborasi dengan Muslimat, Fatayat, dan Ansor yang kompak melaksanakan kegiatan santunan tiga kali dalam satu tahun. Semoga tetap dan lanjut di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

iklan

Pragaan Daya, NU Online Pragaan


Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan kembali menggelar Kajian Kesantrian di lembaga pendidikan. Kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di LPI Nurul Jadid, Blumbang, Pragaan Daya, Sumenep, Senin (7/9/2026).

Kajian Kesantrian ini merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian program HSN 2026 MWCNU Pragaan yang dikoordinatori oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pragaan.

Dalam kajiannya, K. Hambali Makhtum yang juga Ketua MWCNU Pragaan menjelaskan makna santri dalam pengertian yang hakiki. Menurutnya, menjadi santri tidak hanya berkaitan dengan status sebagai orang yang belajar di pesantren atau lembaga pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan sikap pengabdian kepada orang yang telah mengajarkan ilmu dan nilai-nilai kebaikan.

“Hakikat santri adalah mengabdi kepada siapa saja yang telah mengajarkan ilmu dan nilai kebaikan, baik dalam bentuk apa saja,” jelasnya.

Selain membahas nilai kesantrian, K. Hambali juga mengulas secara singkat sejarah Nahdlatul Ulama dan perjuangan para muassis NU sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an di kalangan santri.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi santri saat ini telah mengalami perubahan. Perjuangan tidak lagi berlangsung dalam bentuk perang fisik dengan senjata, tetapi menghadapi tantangan ideologi, teknologi, dan kehidupan sosial yang berkembang semakin kompleks.

“Santri-santri hari ini harus lebih peka membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai santri. Akhlaqul karimah juga harus tetap menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ucap Dosen Ma’had Aly Al-Ihsan Jaddung ini dengan tegas.

Sementara itu, Dewan Pengurus LPI Nurul Jadid, Ustadz Jamai Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kajian Kesantrian di lembaganya. Ia juga berterima kasih karena kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pengurus MWCNU Pragaan.

“Kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman ke-NU-an para santri. Kami berharap jajaran MWCNU Pragaan dapat semakin sering turun ke lembaga-lembaga pendidikan yang berada di lingkungan ranting guna membantu memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an para santri,” harapnya.

Pragaan Daya, NU Online Pragaan

Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan mengawali rangkaian Kajian Kesantrian dengan menyambangi LPI Al-Karimiyah Pragaan Daya, Sumenep, Kamis (3/9/2026).

Kajian Kesantrian ini diikuti seluruh santri LPI Al-Karimiyah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut peringatan HSN 2026 yang dilaksanakan secara bergantian dari satu lembaga pendidikan ke lembaga pendidikan lainnya di Kecamatan Pragaan.

K. Zubairi Karim selaku pemateri dalam kajiannya mengulas perjalanan lahirnya Nahdlatul Ulama serta dedikasi dan perjuangan para muassis NU. Ia juga menekankan keterkaitan perjuangan ulama dan santri dengan perjalanan bangsa Indonesia.

“Nahdlatul Ulama berdiri jauh sebelum Indonesia ini merdeka. Dan dalam perjalanannya NU selalu berdiri tegak mempertahankan utuhnya NKRI,” jelasnya.

Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah tersebut, ulama dan santri memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa, baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka.

“Ulama selalu tampil membela negara, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Tanpa adanya peran santri, mustahil Indonesia bisa seperti saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh LPI Al-Karimiyah, KH. Abd. Lathif dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kajian Kesantrian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan ideologi ke-NU-an kepada para santri.

“Kajian Kesantrian ini semoga menjadi sebab bagi anak didik kami untuk kelak dapat melanjutkan perjuangan para ulama pada umumnya, dan aktif di Nahdlatul Ulama pada khususnya,” harap beliau.

Pragaan, NU Online Pragaan

Kabar membanggakan datang dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pragaan. Tim Esport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Ansor Pragaan berhasil meraih Juara 3 dalam Turnamen Ansor Esport MLBB Se-Jawa Timur.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kader dan pemuda Ansor Pragaan mampu mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk olahraga elektronik (esport).

Informasi tersebut disampaikan Sahabat Ahmad Hafidz, Sekretaris PAC GP Ansor Pragaan. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa dan dukungan kepada tim selama mengikuti turnamen.

“Alhamdulillah, tekad pemuda Ansor Pragaan berhasil menjuarai Turnamen Ansor Esport MLBB se-Jawa Timur. Terima kasih kami haturkan kepada semua pihak,” ujar Ahmad Hafidz.

Menurutnya, perjuangan tim Ansor Pragaan belum berakhir. Setelah berhasil meraih posisi ketiga, tim mendapatkan satu kali kesempatan untuk bertanding di Surabaya guna memperebutkan Golden Ticket.

Golden Ticket tersebut menjadi kesempatan istimewa karena pemenangnya akan mendapatkan tour gratis ke China yang difasilitasi oleh PW GP Ansor Jawa Timur.

“Terima kasih sebanyak-banyaknya. Mohon untuk terus sambung doa dan dukungan. Alhamdulillah, juara 3 dan kami mendapatkan satu kali kesempatan untuk bertanding di Surabaya untuk mendapatkan Golden Ticket gratis tour ke China oleh PW GP Ansor Jawa Timur,” lanjutnya.

Ahmad Hafidz berharap dukungan dan doa dari seluruh kader Ansor serta masyarakat terus diberikan kepada tim. Kesempatan bertanding di Surabaya diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kembali mengharumkan nama PAC GP Ansor Pragaan.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kader muda Ansor mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjadikan esport sebagai ruang positif untuk berkompetisi, membangun solidaritas, serta mengembangkan prestasi. Moh. Qudsi

Pragaan, NU Online Pragaan

Semangat kompetisi dan persaudaraan kader muda kembali ditunjukkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan. Tim perwakilan Ansor Pragaan resmi tiba di Gedung Serbaguna PCNU Jombang, Jumat (28/8/2026), untuk mengikuti ajang MLBB Esports Ansor Jatim.

Kehadiran tim Ansor Pragaan di arena bukan sekadar untuk bermain gim. Kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) tersebut menjadi ruang bagi para kader untuk mengasah strategi, komunikasi, kekompakan, sekaligus mental dalam menghadapi persaingan.

Dengan persiapan yang telah dilakukan, tim Ansor Pragaan datang membawa semangat untuk memberikan permainan terbaik. Kekompakan antarpemain menjadi salah satu modal utama menghadapi pertandingan.

Dua sosok yang dipercaya memimpin tim, Captain Pak Upak Iling dan Captain Oras, menyatakan kesiapan untuk menghadapi setiap lawan yang akan dihadapi di arena.
“Kami siap bertanding dan siap adu skill. Yang paling penting adalah menjaga kekompakan, bermain sportif, dan memberikan yang terbaik untuk Ansor Pragaan,” ungkap Andi, salah satu kapten tim.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Mahtum mengaku bangga melihat kader-kader muda Ansor mampu mengambil bagian dalam perkembangan dunia digital dan esports. Menurutnya, kreativitas kader harus terus diberikan ruang selama diarahkan pada kegiatan yang positif dan membangun.

“Kami tentu bangga melihat kader Ansor Pragaan berani tampil dan berkompetisi di tingkat Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa kader muda kita memiliki kemampuan, kreativitas, dan keberanian untuk mengikuti perkembangan zaman,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut.

Menurutnya, kompetisi tersebut tidak semata-mata harus dilihat dari hasil akhir pertandingan. Nilai persaudaraan, sportivitas, kerja sama tim, dan pengalaman yang diperoleh para kader jauh lebih penting.

“Menang atau kalah itu bagian dari pertandingan. Yang terpenting adalah menjaga nama baik organisasi, menjunjung sportivitas, dan membangun persaudaraan. Semoga kader Ansor Pragaan terus berkembang dan mampu berprestasi di berbagai bidang,” tambahnya.

Bagi para kader, kompetisi ini tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Lebih dari itu, MLBB Esports Ansor Jatim menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan persaudaraan antarkader melalui ruang kompetisi yang positif.

Keikutsertaan Ansor Pragaan juga menunjukkan bahwa organisasi kepemudaan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dunia digital dan esports dapat dimanfaatkan sebagai sarana kreativitas, silaturahmi, sekaligus pengembangan kemampuan generasi muda.

Kini, tim Ansor Pragaan siap turun ke Land of Dawn. Strategi telah dipersiapkan, komunikasi diperkuat, dan mental bertanding telah disiapkan untuk menghadapi persaingan. Menang adalah target, tetapi kekompakan, sportivitas, dan persaudaraan tetap menjadi semangat utama.

Pewarta: Moh. Qudsi