Pragaan, NU Online Pragaan

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Kabupaten Sumenep, menyiapkan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Salah satu agenda utamanya adalah Lomba Cerdas Cermat Ke-NU-an se-Madura yang akan mempertemukan pelajar dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA sederajat.

Lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu cepat menjawab pertanyaan. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang untuk mengasah wawasan ke-NU-an, memperkuat pemahaman keislaman, sekaligus menumbuhkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat berkhidmat kepada NU.

Wakil Sekretaris MWCNU Pragaan sekaligus Pembina LP Ma’arif NU Pragaan, Moh. Qudsi, menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba akan dilakukan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan.

“Untuk MI/SD sederajat, penyisihan dan semifinal dilaksanakan pada 17 Oktober 2026. Kemudian MTs/SMP sederajat pada 18 Oktober, dan MA/SMA sederajat pada 19 Oktober 2026. Adapun babak final dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 di Kantor MWCNU Pragaan, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai,” jelasnya.

Sebelum kompetisi dimulai, panitia akan menggelar technical meeting pada 15 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB di Kantor MWCNU Pragaan. Agenda tersebut menjadi bagian penting untuk menyampaikan teknis pelaksanaan sekaligus menyamakan pemahaman seluruh peserta dan pendamping. Pendaftaran peserta dibuka hingga 14 Oktober 2026 dengan uang infak sebesar Rp50.000 per regu.

Moh. Qudsi menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kompetisi semata. Menurutnya, penguatan wawasan ke-NU-an di kalangan pelajar perlu terus dilakukan agar generasi muda tidak hanya mengenal NU secara simbolik, tetapi juga memahami sejarah, nilai, tradisi, dan prinsip perjuangannya.

“Ini bukan sekadar mencari siapa yang paling cepat menjawab. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita memiliki wawasan ke-NU-an yang kuat, mampu memahami nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap berkhidmat,” ujarnya.

Lomba Cerdas Cermat Ke-NU-an se-Madura tersebut menjadi bagian dari rangkaian HSN 2026 MWCNU Pragaan dengan semangat “Bergerak, Berkhidmat, Mengabdi untuk NU”. Dengan cakupan peserta dari tiga jenjang pendidikan, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan para pelajar sekaligus membangun tradisi kompetisi intelektual di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Jaddung, NU Online Pragaan

Pengurus Komisariat IPNU-IPPNU Arrahmah Jaddung menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ahad Berbagi” dengan melakukan penggalangan dana untuk santunan anak yatim dan yatim piatu.

Kegiatan tersebut dimulai pada Ahad (27/9/2026) di lingkungan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Arrahmah Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Gerakan sosial ini diawali dengan keteladanan K. Abdurrauf Basyir, salah satu jajaran pengasuh Arrahmah, yang turut memberikan donasi sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Keteladanan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pengurus Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) Arrahmah. Kegiatan ini dinilai menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan peserta didik.

Salah seorang dewan guru MA Arrahmah, K. Maimun, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan Pengurus Komisariat IPNU-IPPNU Arrahmah Jaddung.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan Ahad Berbagi dapat terus berjalan dan menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim dan yatim piatu,” ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Kepedulian terhadap sesama juga perlu ditanamkan melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Ahad Berbagi, IPNU-IPPNU Arrahmah Jaddung berharap semangat berbagi dapat tumbuh di lingkungan madrasah dan menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar yang memiliki kepedulian sosial.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak, tetapi dapat dimulai dari kepedulian dan keikhlasan yang dimiliki.

Sentol Daya, NU Online Sumenep

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Pragaan resmi dilantik untuk masa khidmat 2026–2028 M. Pelantikan tersebut dirangkai dalam resepsi pelantikan di halaman LPI Nurul Ihsan, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “Revitalisasi Organisasi, Menuju IPNU IPPNU High Quality”, kegiatan tersebut diikuti pelajar NU se-Pragaan dari tingkat ranting dan komisariat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rais dan Ketua MWCNU Pragaan, badan otonom NU se-Pragaan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pragaan, serta Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pragaan.

Ketua PAC IPNU Pragaan Nuril Faizin mengatakan, kepengurusan baru membawa gagasan IPNU IPPNU High Quality sebagai upaya meningkatkan kualitas organisasi di tengah besarnya struktur pelajar NU di Kecamatan Pragaan. Menurutnya, PAC IPNU-IPPNU Pragaan memiliki jumlah pimpinan ranting dan komisariat yang cukup banyak dibandingkan dengan PAC lainnya di Kabupaten Sumenep. Namun, keunggulan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas kader.

“PAC IPNU IPPNU Pragaan memiliki pimpinan ranting dan komisariat terbanyak di Kabupaten Sumenep. Kita unggul secara kuantitas namun belum diimbangi keunggulan secara kualitas. Karena itu, kepengurusan baru mengusung konsep besar Laboratorium Pelajar yang diarahkan pada pengembangan kemampuan pelajar, baik soft skill maupun hard skill, serta penguatan pendidikan,” ujar Nufas, sapaan karibnya.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya merevitalisasi organisasi agar keberadaan IPNU-IPPNU tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu menjadi ruang pengembangan kapasitas pelajar NU.

Empat Pilar IPNU-IPPNU High Quality

Ketua PAC IPPNU Pragaan Lathyva Nur Wahyuni menjelaskan, gagasan IPNU IPPNU High Quality akan dijalankan melalui empat pilar yang disingkat AKSI, yakni Akselerasi, Konsistensi, Sinergi, dan Inklusif. Keempat pilar tersebut menjadi landasan bagi kepengurusan PAC IPPNU Pragaan dalam menjalankan program dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami memiliki empat pilar untuk mewujudkan IPNU-IPPNU High Quality. Empat pilar tersebut adalah AKSI yang merupakan singkatan dari Akselerasi, Konsistensi, Sinergi, dan Inklusif. Kami mengharap dukungan dari semua pihak, baik pelajar, lembaga pendidikan, maupun aparatur pemerintah untuk ikut serta mensukseskan ide yang kami usung,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Sumenep Putri Ramadhani mengapresiasi keberadaan IPNU-IPPNU Pragaan yang menurutnya mampu mempertahankan eksistensi organisasi dari waktu ke waktu.

“Dari dulu sampai sekarang IPNU IPPNU Pragaan tetap mampu mempertahankan eksistensi dan kualitasnya sebagai anak cabang terbaik se-Kabupaten Sumenep,” tutur Putri.

Sentol Daya, NU Online Pragaan

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep melantik 13 Pimpinan Ranting (PR) dan 15 Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU se-Kecamatan Pragaan masa khidmat 2026–2029. Pelantikan tersebut digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman LPI Nurul Ihsan, Pragaan, Sumenep, Kamis (24/9/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua PC Fatayat NU Sumenep Ny. Hj. Dina Kamilia dan diikuti ratusan kader Fatayat NU se-Pragaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rais dan Ketua MWCNU Pragaan, pimpinan badan otonom NU se-Pragaan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pragaan.

Ketua PAC Fatayat NU Pragaan Ny. Fifi Sofiati Afifiyah mengajak para kader menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Semoga dengan bermaulid kita semua ditempatkan di tempat terdekat dengan Nabi Muhammad SAW kelak di surga,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para pengurus yang baru dilantik agar tidak memandang amanah kepengurusan sebagai beban.

“Jangan anggap jabatan di Fatayat sebagai beban, ini adalah ladang bagi kita untuk menambah amal kebaikan dan pahala,” tambah perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua PC IPPNU Sumenep ini.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Sumenep Ny. Hj. Dina Kamilia menyebut keterlibatan perempuan dalam Fatayat NU sebagai bagian dari pilihan untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Menurutnya, aktivitas di Fatayat NU memberikan ruang bagi perempuan untuk memperluas pengabdian, tidak hanya dalam lingkungan keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Menjadi Fatayat adalah pilihan luar biasa, dengan aktif di Fatayat seorang perempuan bisa mengabdikan diri tidak hanya untuk keluarga, tapi juga kepada masyarakat,” pungkasnya.

Jaddung, NU Online Pragaan. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jaddung bersama Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat NU se-Desa Jaddung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus santunan anak yatim di PAR Muslimat NU Al-Ishlah, Jaddung, Pragaan, Sumenep, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja PRNU Jaddung yang dilaksanakan pada momentum Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Acara diawali dengan tawassul, shalawat mahallul qiyam, dan tausiyah keagamaan oleh Ketua LDNU Pragaan, K. Hamidi Maghfur.

Sementara itu, Ketua PRNU Jaddung, KH. Subaidi Isma’iel, menjelaskan bahwa santunan anak yatim menjadi salah satu program yang rutin dilaksanakan oleh Ranting NU Jaddung.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian program kerja Ranting yang diadakan setiap Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Di kesempatan kali ini merupakan program Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus disertai santunan kepada anak yatim,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa santunan anak yatim di Ranting NU Jaddung dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni pada 27 Ramadhan, Muharram, dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pada pelaksanaan kali ini, PRNU Jaddung bekerja sama dengan tiga PAR Muslimat NU, yaitu PAR Al-Ishlah, Al-Falah, dan Nurur Rahmah. Kegiatan tersebut juga melibatkan Fatayat NU Jaddung serta mahasiswa KKN Universitas Annuqayah (UA) Posko 05 LPI Arrahmah.

“Di kesempatan kali ini, Ranting NU Jaddung bekerja sama dengan tiga Pengurus Anak Ranting (PAR) Muslimat NU, yakni PAR Al-Ishlah, Al-Falah, dan Nurur Rahmah. Selain dari PAR Muslimat tersebut, Fatayat NU Jaddung juga ikut serta dalam setiap kegiatan yang berupa santunan,” ujar KH. Subaidi.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur organisasi NU menjadi bentuk kebersamaan dalam menjalankan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap anak yatim.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MWCNU Pragaan dan Ketua PAC Muslimat NU Pragaan. Dalam sambutan yang disampaikan mewakili MWCNU Pragaan, Ketua PAC Muslimat NU Pragaan, Nyai Hj. Siti Aminah, mengapresiasi kekompakan warga NU Jaddung dalam melaksanakan kegiatan santunan.

“Di Jaddung, satu-satunya Ranting NU yang kolaborasi dengan Muslimat, Fatayat, dan Ansor yang kompak melaksanakan kegiatan santunan tiga kali dalam satu tahun. Semoga tetap dan lanjut di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

iklan