Sentol Daya, NU Online Sumenep

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Pragaan resmi dilantik untuk masa khidmat 2026–2028 M. Pelantikan tersebut dirangkai dalam resepsi pelantikan di halaman LPI Nurul Ihsan, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “Revitalisasi Organisasi, Menuju IPNU IPPNU High Quality”, kegiatan tersebut diikuti pelajar NU se-Pragaan dari tingkat ranting dan komisariat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rais dan Ketua MWCNU Pragaan, badan otonom NU se-Pragaan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pragaan, serta Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pragaan.

Ketua PAC IPNU Pragaan Nuril Faizin mengatakan, kepengurusan baru membawa gagasan IPNU IPPNU High Quality sebagai upaya meningkatkan kualitas organisasi di tengah besarnya struktur pelajar NU di Kecamatan Pragaan. Menurutnya, PAC IPNU-IPPNU Pragaan memiliki jumlah pimpinan ranting dan komisariat yang cukup banyak dibandingkan dengan PAC lainnya di Kabupaten Sumenep. Namun, keunggulan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas kader.

“PAC IPNU IPPNU Pragaan memiliki pimpinan ranting dan komisariat terbanyak di Kabupaten Sumenep. Kita unggul secara kuantitas namun belum diimbangi keunggulan secara kualitas. Karena itu, kepengurusan baru mengusung konsep besar Laboratorium Pelajar yang diarahkan pada pengembangan kemampuan pelajar, baik soft skill maupun hard skill, serta penguatan pendidikan,” ujar Nufas, sapaan karibnya.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya merevitalisasi organisasi agar keberadaan IPNU-IPPNU tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu menjadi ruang pengembangan kapasitas pelajar NU.

Empat Pilar IPNU-IPPNU High Quality

Ketua PAC IPPNU Pragaan Lathyva Nur Wahyuni menjelaskan, gagasan IPNU IPPNU High Quality akan dijalankan melalui empat pilar yang disingkat AKSI, yakni Akselerasi, Konsistensi, Sinergi, dan Inklusif. Keempat pilar tersebut menjadi landasan bagi kepengurusan PAC IPPNU Pragaan dalam menjalankan program dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami memiliki empat pilar untuk mewujudkan IPNU-IPPNU High Quality. Empat pilar tersebut adalah AKSI yang merupakan singkatan dari Akselerasi, Konsistensi, Sinergi, dan Inklusif. Kami mengharap dukungan dari semua pihak, baik pelajar, lembaga pendidikan, maupun aparatur pemerintah untuk ikut serta mensukseskan ide yang kami usung,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Sumenep Putri Ramadhani mengapresiasi keberadaan IPNU-IPPNU Pragaan yang menurutnya mampu mempertahankan eksistensi organisasi dari waktu ke waktu.

“Dari dulu sampai sekarang IPNU IPPNU Pragaan tetap mampu mempertahankan eksistensi dan kualitasnya sebagai anak cabang terbaik se-Kabupaten Sumenep,” tutur Putri.

Sentol Daya, NU Online Pragaan

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep melantik 13 Pimpinan Ranting (PR) dan 15 Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU se-Kecamatan Pragaan masa khidmat 2026–2029. Pelantikan tersebut digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman LPI Nurul Ihsan, Pragaan, Sumenep, Kamis (24/9/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua PC Fatayat NU Sumenep Ny. Hj. Dina Kamilia dan diikuti ratusan kader Fatayat NU se-Pragaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rais dan Ketua MWCNU Pragaan, pimpinan badan otonom NU se-Pragaan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pragaan.

Ketua PAC Fatayat NU Pragaan Ny. Fifi Sofiati Afifiyah mengajak para kader menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Semoga dengan bermaulid kita semua ditempatkan di tempat terdekat dengan Nabi Muhammad SAW kelak di surga,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para pengurus yang baru dilantik agar tidak memandang amanah kepengurusan sebagai beban.

“Jangan anggap jabatan di Fatayat sebagai beban, ini adalah ladang bagi kita untuk menambah amal kebaikan dan pahala,” tambah perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua PC IPPNU Sumenep ini.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Sumenep Ny. Hj. Dina Kamilia menyebut keterlibatan perempuan dalam Fatayat NU sebagai bagian dari pilihan untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Menurutnya, aktivitas di Fatayat NU memberikan ruang bagi perempuan untuk memperluas pengabdian, tidak hanya dalam lingkungan keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Menjadi Fatayat adalah pilihan luar biasa, dengan aktif di Fatayat seorang perempuan bisa mengabdikan diri tidak hanya untuk keluarga, tapi juga kepada masyarakat,” pungkasnya.

Jaddung, NU Online Pragaan. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jaddung bersama Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat NU se-Desa Jaddung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus santunan anak yatim di PAR Muslimat NU Al-Ishlah, Jaddung, Pragaan, Sumenep, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja PRNU Jaddung yang dilaksanakan pada momentum Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Acara diawali dengan tawassul, shalawat mahallul qiyam, dan tausiyah keagamaan oleh Ketua LDNU Pragaan, K. Hamidi Maghfur.

Sementara itu, Ketua PRNU Jaddung, KH. Subaidi Isma’iel, menjelaskan bahwa santunan anak yatim menjadi salah satu program yang rutin dilaksanakan oleh Ranting NU Jaddung.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian program kerja Ranting yang diadakan setiap Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Di kesempatan kali ini merupakan program Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus disertai santunan kepada anak yatim,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa santunan anak yatim di Ranting NU Jaddung dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni pada 27 Ramadhan, Muharram, dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pada pelaksanaan kali ini, PRNU Jaddung bekerja sama dengan tiga PAR Muslimat NU, yaitu PAR Al-Ishlah, Al-Falah, dan Nurur Rahmah. Kegiatan tersebut juga melibatkan Fatayat NU Jaddung serta mahasiswa KKN Universitas Annuqayah (UA) Posko 05 LPI Arrahmah.

“Di kesempatan kali ini, Ranting NU Jaddung bekerja sama dengan tiga Pengurus Anak Ranting (PAR) Muslimat NU, yakni PAR Al-Ishlah, Al-Falah, dan Nurur Rahmah. Selain dari PAR Muslimat tersebut, Fatayat NU Jaddung juga ikut serta dalam setiap kegiatan yang berupa santunan,” ujar KH. Subaidi.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur organisasi NU menjadi bentuk kebersamaan dalam menjalankan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap anak yatim.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua MWCNU Pragaan dan Ketua PAC Muslimat NU Pragaan. Dalam sambutan yang disampaikan mewakili MWCNU Pragaan, Ketua PAC Muslimat NU Pragaan, Nyai Hj. Siti Aminah, mengapresiasi kekompakan warga NU Jaddung dalam melaksanakan kegiatan santunan.

“Di Jaddung, satu-satunya Ranting NU yang kolaborasi dengan Muslimat, Fatayat, dan Ansor yang kompak melaksanakan kegiatan santunan tiga kali dalam satu tahun. Semoga tetap dan lanjut di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

iklan

Pragaan Daya, NU Online Pragaan


Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan kembali menggelar Kajian Kesantrian di lembaga pendidikan. Kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di LPI Nurul Jadid, Blumbang, Pragaan Daya, Sumenep, Senin (7/9/2026).

Kajian Kesantrian ini merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian program HSN 2026 MWCNU Pragaan yang dikoordinatori oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pragaan.

Dalam kajiannya, K. Hambali Makhtum yang juga Ketua MWCNU Pragaan menjelaskan makna santri dalam pengertian yang hakiki. Menurutnya, menjadi santri tidak hanya berkaitan dengan status sebagai orang yang belajar di pesantren atau lembaga pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan sikap pengabdian kepada orang yang telah mengajarkan ilmu dan nilai-nilai kebaikan.

“Hakikat santri adalah mengabdi kepada siapa saja yang telah mengajarkan ilmu dan nilai kebaikan, baik dalam bentuk apa saja,” jelasnya.

Selain membahas nilai kesantrian, K. Hambali juga mengulas secara singkat sejarah Nahdlatul Ulama dan perjuangan para muassis NU sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an di kalangan santri.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi santri saat ini telah mengalami perubahan. Perjuangan tidak lagi berlangsung dalam bentuk perang fisik dengan senjata, tetapi menghadapi tantangan ideologi, teknologi, dan kehidupan sosial yang berkembang semakin kompleks.

“Santri-santri hari ini harus lebih peka membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai santri. Akhlaqul karimah juga harus tetap menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ucap Dosen Ma’had Aly Al-Ihsan Jaddung ini dengan tegas.

Sementara itu, Dewan Pengurus LPI Nurul Jadid, Ustadz Jamai Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kajian Kesantrian di lembaganya. Ia juga berterima kasih karena kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pengurus MWCNU Pragaan.

“Kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman ke-NU-an para santri. Kami berharap jajaran MWCNU Pragaan dapat semakin sering turun ke lembaga-lembaga pendidikan yang berada di lingkungan ranting guna membantu memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an para santri,” harapnya.

Pragaan Daya, NU Online Pragaan

Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan mengawali rangkaian Kajian Kesantrian dengan menyambangi LPI Al-Karimiyah Pragaan Daya, Sumenep, Kamis (3/9/2026).

Kajian Kesantrian ini diikuti seluruh santri LPI Al-Karimiyah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut peringatan HSN 2026 yang dilaksanakan secara bergantian dari satu lembaga pendidikan ke lembaga pendidikan lainnya di Kecamatan Pragaan.

K. Zubairi Karim selaku pemateri dalam kajiannya mengulas perjalanan lahirnya Nahdlatul Ulama serta dedikasi dan perjuangan para muassis NU. Ia juga menekankan keterkaitan perjuangan ulama dan santri dengan perjalanan bangsa Indonesia.

“Nahdlatul Ulama berdiri jauh sebelum Indonesia ini merdeka. Dan dalam perjalanannya NU selalu berdiri tegak mempertahankan utuhnya NKRI,” jelasnya.

Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah tersebut, ulama dan santri memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa, baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka.

“Ulama selalu tampil membela negara, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Tanpa adanya peran santri, mustahil Indonesia bisa seperti saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh LPI Al-Karimiyah, KH. Abd. Lathif dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kajian Kesantrian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan ideologi ke-NU-an kepada para santri.

“Kajian Kesantrian ini semoga menjadi sebab bagi anak didik kami untuk kelak dapat melanjutkan perjuangan para ulama pada umumnya, dan aktif di Nahdlatul Ulama pada khususnya,” harap beliau.