Sentol Daya, NU Online Pragaan
Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan Jaddung, Pragaan, Sumenep, menggelar Musyawarah Kubro di halaman LPI Nurul Ihsan Sentol Daya, Pragaan, Kamis (27/8/2026). Forum Bahtsul Masail tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk membahas berbagai persoalan keagamaan yang muncul di tengah masyarakat.
Musyawarah Kubro merupakan agenda rutin Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan yang digelar dua kali dalam setahun dengan lokasi pelaksanaan berpindah-pindah. Pelaksanaannya sengaja mengambil momentum liburan pondok pesantren agar waktu luang para santri dapat diisi dengan kegiatan keilmuan.
Kepala Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan, Kiai Hasan Basri, mengatakan Musyawarah Kubro tersebut telah memasuki pelaksanaan yang kelima.
Ia mengapresiasi para santri yang memilih mengisi masa liburan dengan kegiatan ilmiah melalui forum Bahtsul Masail. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga melatih santri untuk mencermati persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi para santri yang mengisi waktu liburannya dengan kegiatan Bahtsul Masail ini. Selain itu, kami juga berterima kasih kepada tuan rumah LPI Nurul Ihsan yang telah bersedia ditempati kegiatan ini. Semoga tempat ini semakin dimakmurkan oleh Allah,” tutur beliau.
Pada Musyawarah Kubro kali ini, para peserta membahas persoalan utang piutang yang terjadi di tengah masyarakat. Pembahasan berlangsung melalui mekanisme Bahtsul Masail dengan melibatkan puluhan santri Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan.Forum tersebut dipandu oleh Chairurrahman selaku moderator. Para peserta terlibat dalam pembahasan untuk mengkaji persoalan yang diangkat berdasarkan referensi dan pemahaman keagamaan yang dimiliki.
Kegiatan Musyawarah Kubro ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan dalam membiasakan santri membaca dan merespons persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat melalui tradisi musyawarah.




